Perawatan Gasteria

>> Sabtu, 09 Januari 2010


Gasteria di pot apik jadi penghias teras.Tanaman ini suka teduh tapi butuh banyak angin. Media berporus penting karena tanaman ini tak tahan kondisi terlalu lembap. Perbedaan tempat tumbuh perlu perlakuan yang berbeda. Misalnya jika ditanam di dataran tinggi semisal Cipanas atau Lembang, gasteria cocok ditanam di pot plastik dengan media berupa sekam mentah, tanah mesh, dan pasir malang.Tapi, pengalaman Hengky, pehobi sukulen yang tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara, menemukan bahwa menanam gasteria dengan cara semacam itu di rumahnya kurang cocok. Menurut Hengky, untuk dataran rendah semisal Jakarta, gasteria lebih baik ditanam di pot keramik dengan media berupa campuran pasir malang dan sekam bakar dengan perbandingan 2 : 1.

Untuk penataan media terdiri dari tiga layer. Bagian paling bawah pot diisi kerikil besar untuk drainase.Tingginya sekitar satu centimeter. Lalu di atasnya ditaburi campuran sekam bakar dan pasir malang, dan tanam gasteria sampai pot penuh. Di bagian paling atas bisa ditambahkan kerikil kecil atau batu koral warna-warni agar gasteria tampil bagus. Jika media ditutup kerikil atau batu koral sebaiknya taburi fungisida terlebih dahulu untuk mencegah munculnya jamur yang menyerang akar.

Hengky juga mempelajari pemupukan yang cocok untuk gasteria. "Pupuk kimia lebih bagus daripada kompos karena kalau pakai kompos cenderung tumbuh jamur." ungkap Hengky. Pupuk jenis slowrelease lebih baik karena tanaman ini meyerap nutrisinya Betas perlahan. Pemupukan sebaiknya dilakukan seminggu sekali. Pemberian pupuk overdoses bisa menyebabkan pertumbuhan jade tidak wajar. Misalnya daun terlalu cepat tumbuh tape tidak diimbangi dengan pertumbuhan bonggol yang lebih besar.

Selain itu, semprot pupuk organik cair seminggu sekali juga bisa merangsang pertumbuhan gasteria dan memacu munculnya anakan.Tapi, Hengky juga mengingatkan kalau tanaman masih kecil sebaiknya tidak diberi pupuk organik cair. Sebab, jika masih terlalu muda diberi pupuk organik cair, apalagi dalam interval yang cukup intens, bisa mengakibatkan gasteria malah mati. "Minimal sudah banyak akar, kira-kira umur di atas 3-4 bulan." ungkap Hengky.
Penyiraman total cukup seminggu sekali atau sepuluh hari sekali pada waktu musim hujan. Sementara jika musim kemarau disiram seluruhnya tiap tiga hari sekali. Untuk penyiraman harian cukup disemprot sedikit air tiap page dan sore. Gasteria butuh kondisi yang kering tape lembap. Karenanya, dalam kondisi suhu kamar perlu banyak proses pengembunan. Paling bagus penyemprotan air itu dilakukan pada malam hari. Sebab, gasteria merupakan tanaman gurun yang punya kebiasaan di habitat aslinya menangkap air embun pada malam hari.

sumber

Discan dan OCR oleh Sabina dari Garden, Agustus 2009

Read more...

Sansevieria

>> Minggu, 03 Januari 2010

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas---http://id.wikipedia.org/wiki/Sansevieria

Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.

Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Sanseviera tak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang, Sanseviera digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan.

Dibanding tumbuhan lain, Sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.

Sansevieria dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, dan karena ini ada yang menyebut Sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan.

Tumbuhan ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Namun dalam kondisi lembap atau basah, sansiviera bisa tumbuh subur.

Warna daun Sansevieria beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.

Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Penelitian NASA bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu mengurangi polusi tersebut.


Ditinjau berdasarkan jenisnya sansevieria ada dua jenis yakni yang pertama yaitu sansevieria keturunan asli/spesies sedangkan yang kedua adalah jenis hasil persilangan/hibridasi yang bisa disebut dengan jenis sansevieria hibrid.

Dari bentuk hibrid inilah sansevieria akan tercipta dengan karakter dan fisik yang berbeda dari induknya atau yang sering disebut dengan spesies hibrid atau sansevieria hibrid. Mutasi sansevieria juga dapat terjadi dari perbanyakan melalui stek daun.

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP